Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Karawang dalam Remang-remang part I

Malam Tadi Sebelumnya, alasan gua menulis ini adalah disebabkan pertemuan gua dengan seorang sahabat lama, iya sahabat lama sekali dan baru bertemu lagi malam tadi. Oh iya, tulisan ini gua buat pada tanggal 29 Desember 2017 tepat pada pukul 02.30 wib pada saat gua mulai mengetiknya. Malam tadi, sekitar pukul 20.00 wib setelah rasa lelah mencari sedikit Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, motor yang gua kendarai gua coba arahkan ke Jalan Tuparev dekat dengan Alun-alun Karawang. Niatnya adalah ingin nongkrong disebuah angkringan depan Bank BRI di jalan Tuparev itu, memang tempat ini biasa gua pakai buat nongkrong sama temen-temen gua selain Angkringan yang ada di Jalan Kertabumi dekat dengan Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Setelah melewati desakan kendaraan di bundaran Alun-alun Karawang, dan setelah melewati beberapa jalan alternatif agar bisa sampai di Angkringan BRI (begitulah biasanya gua menamainya sama temen-temen gua) gua pun sampai di lokasi tersebut, seperti biasa se...

EUFORIA

Gambar
Karawang , 384 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk Kabupaten Karawang. Kabupaten Karawang yang menjadi bagian dari wilayah Jawa Barat dengan letak geografisnya ada pada 107 ⁰ 02’-107 ⁰ 40’ BT dan 5 ⁰ 56’-6 ⁰ 34’ LS, dilihat dari letak geografisnya dan daerah administrasi pemerintahanya Kabupaten Karawang cukup potensial. Ada tiga hal jika berbicara Karawang yang secara umum orang akan tahu adalah : 1.     Goyang Karawang 2.     Lumbung Padi 3.     Peristiwa Rengasdengklok masa Proklamasi 1945 Tiga hal tersebut kini semakin terkisis terutama pada nomer dua dan tiga, Karawang yang dulu bangga menjadi kota sebagai Lumbung Padi Nasional karena hasil produksi Padinya memang sangat melipah, kini hanya tinggal lah cerita rakyat yang selalu menjadi teman tidur para anak-anak. Apalagi terkait Peristiwa Rengasdengklok pada masa Proklamasai 1945, hal ini pun tidak banyak yang membuat orang bangg...

About 27 "Hari Lahirnya Pancasila"

Gambar
Kita awali semuanya dengan ini : Dua Puluh Tujuh Tahun yang lalu, dimana ada seorang wanita yang sedang berbaring menahan segala rasa yang ada di tubuhnya, beralaskan tikar yang terbuat dari serabut pelepah daun kelapa, yang berbantalkan yang amat lusuh. Pagi itu, seorang wanita yang sedang berbaring tersebut berkecamuk perasaan yang tiada tara, perasaan sakit, haru, dan bahagia menyelimuti sebuah rumah dengan bangunan yang masih khas bersama arsitek alami Tatar Pasundan, iya rumah Panggung. Menaruhkan nyawanya demi sesuatu yang dia harapkan dalam hidupnya bisa memberikan warna yang indah, harapan terus untuk tetap hidup bersama dengan segala persoalannya. Kini wanita itu hanya mempunyai harapan yang terus dibungkus dengan sebuah Doa. Karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ibu. Lalu, Tuhan yang Maha Berkehendakpun memberikan Rahmatnya dengan lahirnya seoran Putra laki-laki, tangisanya yang pertama memecahkan kesunyian sebuah rumah panggung tersebut, sei...

Adakah Ke-Matia-An ?

Gambar
  Apa yang kita cari dalam kehidupan ini? dalam setiap rutinitas nafas dan gerak yang kita lalui?, tentu banyak hal yang kita cari bukan, pencapaian, popularitas, kekuasaan, jabatan, uang, kesenangan dan kepuasan, entah apalagi yang kita cari dalam hidup. Kita seakan berpacu dengan waktu untuk mencapai itu semua, siang dan malam menjadi arena dalam pertarungan tersebut, entah siapa jurinya, diri kita sendiri kah atau orang lain, mungkin ada juri yang lebih tinggi? (begitu para kaum religius mengatakannya) Setiap tahun, setiap detik, setiap hari, setiap menit, setiuap jam, setiap nafas yang kita lalui menjadi sebuah targetan dalam perubahan dan ukuran dalam pencapaian itu semua. Berbagai prasa dalam kata kita jadikan ukuran, "Berbaut baiklah kepada orang lain maka kita akan mendapatkan kebaikan" begitu para motivator menyemangatinya. Banyak yang lucu ku kira dalam melihat dan memahmai segala persoalan, yang jelas itu mempuyai makna yang terdalam untuk kita seb...