Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Kita adalah warna

Kita adalah warna... Disetiap bedanya kita indah... Kita adalah warna.. Disetiap perbedaanya mempunyai cerita.. Kita adalah warna.. Warna kita begitu beda.. Jangan menjadi jurang di dalam nya.. Karena kita akan indah jika bersama.. Karena kita adalah warna.. Kita adalah warna... Karena kita berbeda itulah keindahan tercipta.. Setiap warna punya cerita.. Setiap cerita ada makna.. Kita adalah warna.. Membuat dialektika disetiap hembusan perbedaannya.. Mengapa kita warna? Karena tak satupun terungkap dengan kata.. Dan sekali lagi bahwa kita adalah warna.. Memberikan kerinduan itu tetap menyala.. Memghiasi setiap perbedaanya.. Maka menyatulah, agar tetap indah.. Sebab perbedaan kita menyatu dalam warna..

Modal Cinta Doang?

Bermula dari sebuah stetment salah satu dosen hukum gua ketika semester 2 (dua). Pada saat gua memasuki semester dua di Fakultas Hukum sebuah Universitas kebanggaan, Universitas Pamulang (Unpam).  Seorang dosen wanita yang sudah berkeluarga dan mempunyai satu anak itu mengajar matakuliah Hukum Perdata, di hari pertama adalah hari dimana kontrak belajar dan perkenalan seorang dosen tersebut dengan para mahasiswa yang ada di kelas gua. Memang hari itu tidak ada matakuliah yang di bahas, semuanya lebih kepada perkenalan dosen tersebut kepada para mahasiswa yang akan di ajarnya. Gua sangat menghormati dosen tersebut, karena metode penyampaian materinya memgenai Hukum Perdata sangat baik, bahkan menurut gua Hukum Perdata yang rumit tersebut bisa menjadi mudah dan dapat dipahami dengan baik. Berawal dari sebuah argument beliau mengenai pasangan (pacar/pasangan hidup). Kalau tidak salah beliau berucap bahwa "nyari pasangan itu bukan cuma modal cinta". Sebenarnya gua paham ma...

01 Juni 2016, Gunung Cikuray..

Gambar
Setapak demi setapak kaki ini bergerak, bersama angin yang mengembara sampai kepada semesta. Aku beranjak dari rehat yang amat panjang untuk sebuah harapan entah sampai dimana berlabuhnya. Untuk sebuah mimpi yang menyatu dalam dimensi terbang bagaikan embun pagi, berdiri bersama sang matahari yang panasnya membakar jiwa ini tanpa konsekuensi. Mengembaralah... aku hanya bagian kecil dari sejarah dimana itu akan terjadi... Melangkahlah.... samapai dimanapun akan ku temui setiap jejak langkah sang pengembara... Aku beranikan diri melawan angin yang berhebus dari utara, aku mencoba untuk terus melangkah menyisakan jejak langkah kaki yang terguras oleh waktu. Dimana kita berada? hanya hembusan angin malam yang dingin ini akan menjawab bersama sunyai... gelombang magnet bersama retorika adalah unsur senja di sore hari tanpa harus berkata.... Jejak langkah sang pengembara, berikan seutuhnya dalam relung jiwa yang rapuh tanpa harus menuduh... Kita bukan mereka dan mereka b...