GENDER....
“Gua gak
tau harus gimana lagi, padahal Gua dah mencoba jadi seperti yang dia inginkan
dan apa yang dia mau, toh pada ahkirnya dia malah nyakitin gua lagi” salah
seorang cewe cerita di sebuah kamar kepada temannya dengan sambil menangis,
“emang ya semua cowo tuh pada dasarnya berengsek dan ‘buaya’ semua” Lanjut si
cewe tadi. Sudah sering terjadi si cewek tadi tersakiti hatinya karena cowok
dan pada ahkirnya pernilayannya sama bahwa cowok atau kaum laki-laki menurut
kaum perempuan adalah berengsek, buaya, dan lain sebagainya yang negative..
Di sudut
lain di tempat lain!. “ Gua bingung cuy, apa sih salah gua sehingga dia berbuat
kaya gini padahal gua dah nyoba jadi yang terbaik buat dia, selalu ada buat
dia, pengertian buat dia, menahan untuk tidak selingkuh, dan pada akhirnya
semua pengorbanan yang gua kasih harus berahir degan kekecewaan kaya gini” kata
seorang cowok cerita kepada temannya mengenai tekanan dan permasalahan kisah
cintanya yang kandas tak berharga.
***
Dari
cerita dan gambaran di atas gua peribadi menyimpulkan bahwa setiap permasalahan
yang menyangkut perasaan antara dua belah pihak (cewek dan cowok) pasti melihat
dari sudut pandang pribadinya, kaum hawa merasa setiap kesalahan kaum adam
adalah menjadi harga mutlak untuk memberi opini bahwa kaum adam/ laki-laki
semua BERENGSEK. Begitupun kaum adam/laki-laki setiap permasalahan yang
menyangkut percintaannya pasti menilai rendah kaum Hawa/perempuan. Yang pada
akhirnya semua saling memponis dan tidak ada yang dapat menjadikan pembelajaran
yang berharga, bukan untuk siapa-siapa tapi untuk diri masing-masing.
Berbicara
perasaan (cinta), gua disini Cuma mau memposisikan diri dari kemelut yang ada
mengenai paradikma seperti diatas, gua sebagai kaum adam tidak selalu
membenarkan pandangan dan pernilayan laki-laki, dan gua juga tidak selalu
menyalahkan kaum Hawa. Di sini gua Cuma ingin melihat dan berada di
tengah-tengah polemik tersebut, sehingga gua tidak terlibat dalam kondisi yang
temporer dan subjektif.
Persepektif
gua sederhana mengenai berbicara Gender, pada dasarnya secara biologis dan
mekanisme stukturalnya memang jelas beda, namun di sini kita harus melihat
kesamaannya sebagai MANUSIA mahluk sosial. Berbicara perasaan atau bahasa
kerennya CINTA lah,,,
Kalo suatu
hubungan seperti dua sejoli mengalami jatuh cinta dan berkomitmen untuk
Pacaran, memang pada awalnya akan terasa indah namun ketiak di satu teransisi
kita mengalami konflik yang mengharuskan untuk PUTUS pasti salah satu pihak
ataupun semua pihak akan merasa dirinya lebih baik dan orang lain salah. Jika
kita melihat dari sudut pandang tersebut seperti halnya gambaran diatas tentu
tidak akan ada ujungnya yang ada saling membenarkan diri antara pihak cowok dan
cewek. Yang harus kita lihat disini adalah masalah tersebut yang menjadi objeknya
bukan subjek seseorang, wanita memang mahluk yang paling istimewa dan gua
membenarkan itu, istimewanya wanita itu tidak akan berlaku jika tidak ada yang
mengistimewakan hal tersebut. Laki-laki memang mahluk yang sangat lidersif
mampu dan bisa dalam setiap kondisi.
Sudah lah kita ubah semua paradikma yang
ada sekarang yang jelas kita harus memahami setiap permasalahan yang muncul
menjadi acuan kita untuk kearah lebih baik, bukan mencari-cari kesalahan
ataupun mempertanyakan apa yang telah kita berikan, toh pada ahirnya itu tidak
akan merubah semuanya yang telah terjadikan?? Yang dapat berubah adalah sejauh
mana kita memahami permasalahan sehingga menjadi gerak kita kearah lebih baik.
Suatu
ketika ada seorang teman(cewek) gua datang dan cerita mengenai hubungan
percintaannya, dari awal sampe kepada konflik yang bersangkutan Dia ceritakan
ke Gua, gua menjadi pendengar yang baik dan mencoba memahami pokok
permasalahannya, sampe satu kesimpulan bahwa temen gua tersebut memponis kaum
cowok Negatif
Sebagai kaum Adam subjektif gua gak setuju akan itu tapi gua
tidak langsung langsih setetmen ke temen gua, karena gua tau saat itu posisi
Dia lagi tertekan, dan dikala tekanan itu ada sikologis seseorang akan mudah
beropini yang menjadi pokok permasalahan yang menimpanya dan gua ngerti akan
itu. Sama halnya cewek, kaum Adam punketika mengalami fase tersebut akan mudah
beropini yang menurut Dia saja, gua juga tidak membenarkan akan itu karena gua
tau itu terlalu berlebihan. Perempuan dan Laki-laki ada di dunia pada dasarnya
untuk saling melengkapi mengarungi dengan sebuah rakit yang mempunyai gagasan
serta tujuan, bukan malah saling bertentangan, setiap permasalahan yang muncul
adalah nilai untuk kita sejauh mana nilai tersebut memang berarti buat kita,
memang sulit memahami hal tersebut karena gua sendiri pun terkadang mempunyai
hal yang sama tapi di balk itu semua kita harus melihat pada diri kita apa kita
sudah pantas beropini tersebut sedangkan kita sendiri belum tentu baik, nah
yang jadi permasalahan adalah mau atau tidak kita intropektif diri agar kita
tidak menjadi golongan yang merasa Baik. Menerima semua keputusan degan bijak
tanpa ada sebuah pertentangan yang terjadi toh semua pertentangan yang terjadi
dalah satu reaksi keindahan yang pernah kita jalani kan?? Di mana ketika kita
merasakan cinta dalam benak dan hati kita, selalu memikirkannya di setiap
waktu, member perahtian lebih untuk mendaptkannya, Diner pertama degan suasana
romantic, setiap waktu berdua, muncul rasa kangen ketika tidak melihatnya, inbook
dalam Handpone kita penuh dengan namanya, or ponebook nya pun di beri nama yang
indah seperti : Honey, Chayank, Ayank, Babey, Beyy, switty, Heart, dsb lahhh…
Setelah
melewati fase indah dan di hadapkan sebuah permasalahan internal yang menjadi
ungkapan reaksi karakter kita malah menolak itu semua menjadi satu kesatuan
malah menjadikan itu semua polemik di antara kita yang mengakibatkan
opini-opini gak penting seperti hal diatas yang gua jabarkan, munafik bangeet..
Gua pernah
dikasih nasehat sama sodara seperjuangan gua inisialnya “S” waktu gua
ngelewatin malam tahun di Plabuan Ratu2011 berdua ma dia gini: “Wa,
sampaikapanpun jika kita nyari yang terbaik kita tidak akan fokus pada satu
titik yang ada kita Cuma bergelut pada satu yang tidak pasti dan tanpa ujung,
contohnya gini, jika kita punya pacar cantik, baik, dan sebagainya menurut
penilayan kita, satu ketiaka kita di hadapkan degan posisi yang jauh lebih baik
di depan mata kita, otomatis kita akan mutusin pacarkita dan beralih ke yang
jauh lebih baik itu, dan seterusnya berulangkali” kata temen gua sambil
mengisap rokonya berhembus degan suasana malam Plabuan Ratu. “yang membuat sutu
sempurna dan baik serta indah itu ya kita sendiri mau atau tidak memberlakukan
ketidak sempurnaan menjadi suatu yang istimewadalam diri pacarkita untuk kita
juga” lanjut temen gua itu.
Gua
membenarkan akan hal itu, dan intinya adalah suatu yang sempurna dalah kita
sendiri yang membuat ketidak sempurnaan menjadi suatu yang istemewa..
Dan pada
suatu titik gua mempunyai filosofi gini…
CINTA dan
CARE!!!
Terserah
mau setuju atau gak yang jelas ini filosofi gua dan buat gua…
“jaman
sekarang siapa sih yang gak tau CINTA, munafik banget kalo da orang yang gak
tau bahkan menilai kecil/sepele tentang Cinta, yang jelas kita memberlakukan itu
ketiak kita tertarik akan lawan jenis atau sejenis sekalipun… GUA CINTA SAMA
LU, SEMUA YANG GUA LAKUKAN TAK LAIN KARENA GUA CINTA SAMA LU, MAU GAK JADI
PACAR GUA, AKU SAYANG KAMU, AKU CINTA KAMU, KARENA AKU CINTA KAMU!! Semua
hal yang menjadi ungkapan dari reaksi yang tak tertahan pada seseorang. Dan
semua terasa indah karena cinta..
Pada suatu ketika kita mengalami fase yang
mengharuskan mengahiri komitmen yang telah di buat, MAAF KITA HARUS PUTUS,
SEPERTINYA SEMUA HARUS BERAHIR DISINI, KITA PUTUS, AKU GAK TAHAN DEGAN SIKAP
KAMU, KITA MASING-MASING AJA, KAMU PANTES DAPETIN YANG LEBIH BAIK DARI AKU,
SELESAI… ya paun kata-katanya yang jelas mengahiri sebuah komitmen ja,
dalam fase ini kita akan mengalami kekecewaan yang mengahruskan kita beropini
sesuatu, dan sebagian besar akan beropini seperti di atas yang gua jabarkan
tadi yang hanya akan saling memponis.
Jauh dan saling benci (MUNAFIK). Gua
membenarkan akan itu karena apa? Karena kita memberlakukan CINTA tadi, menurut
gua Cinta ada kadarnya, dan suatu saat pasti kadar itu akan hilang, ketiak
kadar cinta telah berkurang atau pun habis yang ada kata PUTUS, dan wajar dong
dan kita pun tidak seharusnya untuk kecewa akan itu karena kita memberlakukan
CINTA bukan CARE..
CARE..
CARE or
PEDULI, menurut gua ini adalah sebuah gagasan yang melebihi kata CINTA, karena
apa PEDULI/CARE kadarnya tidak akan pernah berkurang dalam setiap kondisi
apapun, dapat atau tidak dapat seseorang yang kita kagumi, sayangi, cintai,
kita akan tetap peduli, putus ataupun lanjut kita akan tetap peduli.
Peduli
akan lebih menerima apa danya kita dalam setiap kondisi, baik ketika kadar
Cinta kita sedang berkurang Peduli dengan sendirinya akan mencarger hal
tersebut, ketika cinta kita ditolak bukan benci yang ada tapi tetap resfonsif
dan peduli, kitika putus bukan kebencian yang menyelimuti hati tapi tetap
peduli kepada seseorang yang dulu pernah mengisi hari-hari indah kita, menjalin
silahturahmi degan baik, tetap saling menjaga dan member yang bisa kita bantu,
masih bisa tertawa meskipun bukan milik kita lagi tentunya degan sebuah
batasan-batasan yang kitapun ngerti akan hal itu, pada intinya bukan
pertentangan yang muncul tapi sikap yang positif mau menerima apa adanya
melewati masa jenuh hubungan kita degan seksama, mau belajar memahami kesalahan
kita degan bijak sehingga menjadi perbaikan diri kedepannya, jauh dari sikap
akngkuh dan memaksakan kehendak. Itu yang sulit kita jalani di priode sekarang
dan gua sendiripun lagi belajar untuk kearah situ, kearah yang jauh lebih baik.
So gua
pribadi memilih CARE not LOVE..
I CARE YOU
NOT I LOVE U!!!!!
Itu Cuma
filosofi gua boleh setuju or gak tergantung melihat dan menilai dari sudut
pandang mana yang jelas gua pribadi gak mau terlalut pada permasalahan yang
temporer..
Satu lagi
filosofi gua tentang PEREMPUAN melihat dari sudut pandang gua sebagai
Lai-laki..
ANTARA
BATU KORAL DAN BATU BERLIAN
Selayaknya
keindahan dan keistimewaan Perempuan harus di tempatkan dalam porsi yang
istimewa bukan malah semua keistimewaan itu malah menjadi hal yang biasa, ini
mengenai fakta yang ada dan yang pernah gua jalnain sendiri..
Batu Koral
yang ada di mana mana, semua orang bisa pegang dan semua orang bisa milikinnya,
serta semua orang pun bisa membuang nya begitu saja..( sayang banget kaum hawa
dalam kategori itu).
Batu
Berlian, yang gua tau dan yang pernah gua baca dalam buku geologi, batu Berlian
berada di lapisan tertentu dalam tanah, berada di dalam tempat yang jauh
tersembunyi dari pandangan mata, untuk mendapatkannya ada proses dari mulai
penggalian, pengukuran tekanan tanah, kadar air, bertaruh nyawa dalam medan
penggalian, sampai titik tertentu kita mendapatkan berlian itu, yang mempunyai
nilai.
Ada harga yang kita korbanin untuk mendapatkan Nilai tersebut, setelah
kita korbankan Harga untuk mendapatkan nilai tersebut kita jaga, kita rawat,
serta kita tempatkan yang paling istimewa dalam hidup kita, ( sungguh mulia dan
istimewa wanita dalam kategori itu), dan sampai saat ini gua lagi tahap
menggali berlian itu, da proses, ada Harga, untuk mendapatkan Nilai..
Kenapa
lebih ke wanita?
Karena
menurut gua wanita mahluk yang istimewa, sejuta rahasia tersimpan dalam
dirinya, ketika Dia mencintai kan selalu menjaganya, mahluk yang sangat rapuh
sepertihalnya tulang rusuk, kalo kata film TITENIC (sori kalo salah dlm penulisannya
ye,he) Hati wanita itu sedalam samudra Atalantik..
Suatu
ketika gua nonton film nya Nicolas Saputra dalam film “JANJI JONI” yang gua
ambil pembelajaran dari film tersebut menjadi refrensi adalah sejauh mana si
Cewek menjaga sesuatu untuk si Cowok. Peran wanitanya gua lupa namanya siapa,
yang jelas peran cowok nya Nikolas Saputra.
Dia menjadi kurir film buat
bioskop-bioskop di Jakarta, dia yang mengantarkan rolan film tersebut ke setiap
bioskop-bioskop, suatu ketiak si Joni (Nikolas S.) ketemu sama si cewek
tersebut di suatu bioskop, cewek tersebut mau nonton film bersama cowok yang
suka ma dia. Singkat cerita si Joni minta kenalan ke si Cewek di depan loket,
ceweknya ngasih sarat gini, kalo si Joni bisa nganterin rolan film dan film gak
putus di tengah-tengah pemutarannya maka dia akan ngasih tau namanya ke si
Joni, si joni sepakat dan berjanji film tersebut gak akan putus di
tengah-tengah cerita dalam pemutarannya.
Film di
mulai si cewek nonton bareng cowok yang suka ma dia. Joni bergegas mengantarkan
rolan film ke bioskop-bioskop, dalam perjalanan mengalami kendala, dari mulai
motornya di curi lah, rolannya di copet lah, ikutan audisi band lah, rolannya
mau di bakar lah, di sangka maling, bantuin orang hamil, pokonya perjalannannya
gak mulus aja ada permasalahan, sampe filmnya mau abis di tengah-tengah cerita,
si cewek mulai resah mapu gak si Joni nepatin janjinya.
Dan ahir kata Joni
gagal buat gak film berhenti di tengah cerita, penonton kecewa dan keluar
meninggalkan gedung bioskop, sesampainya di gedung bioskop Joni pun duduk
terkuray lemas di depan tangga Gedung bioskop dan mulai menunjukn kekecwaannya.
Singkat cerita cewek tadi atang menghampiri Joni dan mengulurkan tangan sambil
menyebutkan namanya, Joni nengok dan berucap “Tapi gua udah gagal kan”..
dan akhirnya Joni dan cewek tadi pun nonton terusan film yang terputus tadi
berdua di dalam bioskop..
Intinya
bukan sebuah nama yang di jaga oleh si cewek karena mudah buat dia ngasih tau
namanya ketika Joni minta kenalan tadi, tapi si cewek beranggapan itu adalah
keistimewaan buat dirinya dan harus ada yang istimewa juga, degan begitu Joni
akan selalu mengingat proses yang sangat berat hanya untuk mendapatkan nama da
pengorbanan yang harus dia bayar, karena akan menjadi kenangan terindah dalam setiap
hubugan Joni degan Cewek tadi.
Gua banyak
belajar di situ, memberlakukan selayaknya berlian sungguh indah..
Sebagai
kesimpulan dari gua adalah:
- 1. Jangan selalu menilai sesuatu berdasarkan Gender
- 2. Selalu mau berintrofektif buat perbaikan diri
- 3. I CARE YOU not I LOVE YOU
- 4. Jadi berlian itu lebih indah di banding batu koral
- 5. Ada nilai dan harga untuk sebuah pengorbanan
- 6. Selalu totalitas dalam proses dan bukan hasil yang menjadi ambisi
- 7. Selalu jaga keistimewaan yang ada pada diri wanita
Semoga
para Perempuan Indonesia bisa menepatkan dlm posisi tersebut, dan buat bua
pribadi mudah –mudahan gua bisa menemukan Berlian itu..
Setiap
pernilayan ada di sudut pandang kita masing-masing..
Ini hanya
satu opini yang menjadi sebuah gagasan buat gua pribadi, boleh setuju or gak
semua bebas!!
Karena
kita hidup untuk berpikir dan bertindak degan siklus yang naik bukan turun, dan
gua lagi belajar jadi orang yang baik buat gua pribadi dan pendamping hidup gua
nanti sehingga sehingga mampu mengarungi bahtera samudra dengan sebuah rakit
hingga mencapai dermaga yang sakinah, mawadah, wa rahmah.. amin!!!!
CIKARANG,
29 APRIL 2011 at 02.25 wib
Rudi
Badrudin
Komentar
Posting Komentar